Selasa, 21 Oktober 2014

Pergilah...

Pergilah...
Jika memang itu pilihanmu. Menjauhlah, karna aq dan yg lain tidak mungkin untuk selalu mendekapmu untuk tetap disampingku.
Aku tau kamu sudah lebih dewasa, jdi bersikap dewasa lah,
Jangan pernah salah kan aku dan yg lain jika kamu semakin jauh, karna memang itu pilihanmu yg lebih memilih mereka.
Tidak masalah bagiku jika itu memang pilihanmu, hanya saja jangan pernah menyalahkan aku dan yg lainnya.
Cba lah untuk rendah hati, dan jangan memaksakan kehendakmu pada oranng sekitarmu. Mungkin selama ini aku cba menerima, krnna kamu adalah teman, tpi tidak mungkin sampai seterusnnya juga demikian. Dunia ini bukan tentang kamu. Atau bahhkan tentang aku. Jangann berpikir semua tentang kamu. Abangku, teman ppl ku, oppungku, si ini suka samaku, si ini juga, dan yg ini juga, teman kosku, ps ku, murid2 ku... sungguh kamu berpikir semua tentang kamu.
Coba lah untuk melihat orang disekitarmu.
Sungguh ....aku tidak sedikit pun iri, tpi aku kasihan, karna kamu berpikir semua tentang kamu, padahal sedikit pun tidak..........
#Seorang teman

Minggu, 17 Agustus 2014

Yesus, sahabat sejati

Renungan Harian Senin, 18 Agustus 2014 Bacaan Setahun: Yeremia 15-18 Nats: Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. (Matius 11:30, TB) BEBAN YANG RINGAN Bacaan: Matius 11:25-30 Pada 15 Maret 1986 seluruh gedung Hotel New World di Singapura tiba-tiba runtuh ke tanah dalam waktu 1 menit dan menelan korban 33 jiwa. Setelah diselidiki ternyata perancang gedung hanya menghitung "beban hidup" seperti kendaraan, manusia, perabotan, angin, tekanan tanah, dan sebagainya. Sedang "beban mati" seperti rangka, dinding, lantai, atap, pipa, saluran air, peralatan listrik, dan sebagainya tidak diperhitungkan. Kesalahan perancang gedung dalam menghitung beban ini menyebabkan nyawa pengunjung melayang. Bagaimana dengan Yesus yang malahan mengundang setiap orang untuk memikul kuk dan beban-Nya? Hanya saja Yesus memberikan jaminan yang melegakan: bahwa kuk dan beban-Nya itu ringan (Mat. 11:28-30). "Beban-Ku" artinya segenap perintah-Nya. Adapun "kuk yang Kupasang" menunjuk pada ketundukan dan ketaatan kita. Dengan demikian, memikul kuk-Nya berarti tunduk dan taat pada segenap perintah-Nya. Beban-Nya ringan karena kita tidak memikulnya seorang diri; Roh Kudus akan menyertai, menolong, dan memberi kita kekuatan untuk melakukannya (Yoh. 14:16). Beban-Nya ringan karena tidak melebihi kekuatan dan kemampuan kita (1 Kor. 10:13). Beban-Nya ringan karena tidak akan melukai dan melumpuhkan kita, tetapi justru mendatangkan kelegaan dan ketenangan jiwa. Jadi, jalanilah hari-hari dengan ketundukan dan ketaatan pada pimpinan-Nya karena kita jugalah yang akan menikmati hasilnya. Bukannya mati tertimpa beban, kita malah akan dihidupkan karenanya! --Yesaya Edy S /Renungan Harian KITA JUGA PUNYA PERANCANG, HANYA SAJA PERANCANG KITA TAK PERNAH SALAH MENGHITUNG BEBAN. Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria) Anda diberkati melalui Renungan Harian? Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria. Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA Diskusi renungan ini di Facebook: https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/ __________ Renungan Harian / e-Renungan Harian Bahan renungan yang diterbitkan secara teratur oleh Yayasan Gloria dan diterbitkan secara elektronik oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). © 1999-2014 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org

Kamis, 10 Juli 2014

Apakah aku mengenalNya? Dan apakah Dia mengenalku?

Sejenak aku berpikir, apakah aku bebar-benar mengenal Tuhan yang selama ini ku sembah, apakah aku benar-benar mengetahui siapa Dia yang kusembah? Atau mungkin aku hanya sebagai orang yang berkata aku mengenalnya tetapi tidak benar benar mengenalnya. Sungguh ini meresahkan hatiku. Aku benar benar takut, dengan kenyataan, jika suatu hari nanti dihari penghakiman ketika Tuhan bertanya, hei gadis, apakah kau benar-benar mengenalku??
Atau kemungkinan yg lain yang tidak kalah menakutkan ketika Tuhan berkata Hei gadis siapa kamu?? Aku tidak mengenalmu..

Membayangkannya saja aku sudah sangat ketakutan,

Ya Tuhan... ajarku untuk semakin hari lebih mengenalMu, bukan sebagai penggemarMu, tetapi orang mengikutiMu.

Ya Tuhanku.. lihatlah aku, jangan jauhkan pandang Mu dari aku yang hina dan penuh dosa ini. Lihat aku Tuhan dengan kasihMu. Baharui hatiku selalu..:)

Rabu, 09 Juli 2014

Indah RancanganMu....

Kutercipta bagiMu....
Untuk kemuliaanMu
Serupa dengan gambarMu
Kau bentuk diriku
Sungguh kuberharga dihadapanMu

Kutulis namaMu di loh hatiku
Yesus kekasih jiwaku
Takkan ku kulupkan namaMu yesus
Terlukis dari hatiku...

Jumat, 06 Juni 2014

Seperti Dirimu Sendiri

Mengasihi memang benar bukanlah suatu hal yang mudah. mengasihi orang yang menigasihi kita, yang baik sama kita ataupun mengasihi orang yang ganteng, cantik, kaya, populer atau yang kita anggap sesuatu yang memang pantas kita kasih pastilah hal yang mudah. Tapi bagaimana dengan orang yang kita tidak sukai,musuh kita, orang yang tidak kita kenal atau bahkan orang yang tidak dipandang oleh orang-orang atau orang-orang yang disekeliling kita yang sering diremehkan.
hal ini mulai membuatku berpikir sudah sejauh mana aku mengasihi? aku dituntun Tuhan dan aku yakin Tuhan menginginkan sesuatu ketika hal ini menggelisahkan hatiku. Dan akupun diberikan-Nya satu karena p buku dan aku yakin ini bukan suatu kebetulan ketika buku ini sangat melekat di hati dan akupun sangat menyukainya. buku ini secara tidak segaja aku temukan di perpus dan ini pun tidak aku pinjam tetapi dititipkan oleh teman yang waktu itu adalah penjaga perpus dan karena perpus telah dia tutup, dan tidak mungkin lagi membuka lemari perpus maka dia menitipkannya sama saya. Dan inilah cara Tuhan. bukunya berjudul " Totally Comiited". dan saya anjurkan untuk membacanya. buku ini sangat bagus, dan kalaupun diantara teman-teman sudah ada yang baca pasti setuju dengan saya. 
oke.. kembali ke topik..
dalam hal mengasihi Tuhan berfirman untuk mengasihi sesama mengasihi seperti diri sendiri. contoh yang bisa kita lihat bagaimana kita mengasihi sesama seperti bagaiman kita mengasihi diri sendiri adalah kisah Daud dan Yonatan.

" Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Jonathan dengan jiwa Daud; dan Yonathan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri"  (1 Sam 18:1)

kisah Daud dan Yonatan adalah kisah persahabatan yang sangat terkenal. karena mereka saling mengasihi satu dengan yang lain seperti mengasihi dirinya sendiri.
mengasihi sesama seperti diri sendiri. bagaimana dengan mengasihi seperti diri sendiri??  dengan kata lain kita disuruh bukan hanya mengasihi sesama tetapi juga mengasihi seperti diri sendiri. apa makna dari mengasihi sesama "seperti dirimu sendiri"? ini artinya bahwa saya harus mengasihi dia sebagaimana saya mengasihi jiwa saya sendiri.
bukan hal yang mudah ketika kita bertekad untuk mengasihi sesama hanya dengan kekuatan kita.
tapi biarlah kita dapat mengasihi sesama karena kita menyadari dikedalaman hati bahwa kita telah dikasihi terlebih dulu, dikasihi dengan kasih yang sempurna yaitu Kasih Allah yang begitu besar. dengan menyadari ini dan oleh meminta tuntunan roh kudus, kita mampu mengasihi seperti Allah telah mengasihi Kita.

aku menyadari bahwa aku masih sangat jauh dalam hal mengasihi sesama seperti diriku sendiri. Tetapi Tuhan tidak ingin aku dalam situasi yang demikian selamanya, Dia mendekat dengan lembut dan mengajari aku untuk mengasihi, bukan hal yang mudah memang.
bahkan ketika Aku sering terjatuh, bahkan dengan Anggota keluargaku sendiri, tapi roh kudus kembali mengingatkanku.
dan ketika dengan teman kampus, aku merasa dipermainkan olehnya dan tidak ada hal yang aku pikir untuk membuatku mengasihinya, tapi Tuhan kembali mengingatkanku untuk mengasihinya. seperti Dia pun mengasihiku yang sangat Hina.
Yang kita perlu pekalah terhadap suara Tuhan, Dia akan menuntunmu dalam menjalaninya dan senantiasa mengingatkanmu bahkan ketika kamu jatuh. Dia selalu disampingmu, bahkan ketika kamupun sudah merasa Dia meninggalkanmu.. Dia tidak Pernah Meninggalkanmu

Mengasihi Allah berarti mengasihi sesama seperti dirimu sendiri. 

"Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya" (1 Yoh 4:20)





Rabu, 04 Juni 2014

Keep focus

hari kamis,,
setelah liburan beberapa hari ini, bingung telah apa yang sudah aku kerjakan. dan setelah kuingat-ingat beberapa menit ternyata tidak ada yang begitu penting yang aku lakukan. waktu berlalu begitu saja. dimana komitmen mu yang dulu El.... untuk bertanggung jawab untuk waktu yang Tuhan percayakan padamu? 
setelah siap penelitian dan tibalah aku waktunya untuk mengolah dataku,,,, tapi apa yang kulakukan aku menunggu.... membuang-buang waktuku begitu saja. kuasa iblis ini memang sangat kuat....
mendekatlah padaNya, minta selalu tuntunannya dan Komitmenmu secara TOTAL...